Cara Mencegah Demensia: Aktivitas yang Terbukti Menjaga Kesehatan Otak
Gaya hidup sehat bantu menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia serta alzheimer di usia lanjut
Demensia merupakan kondisi yang menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Penyebab paling umum dari demensia adalah penyakit Alzheimer.
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan jumlah ini diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia.
Meskipun tidak ada cara yang dapat sepenuhnya mencegah Alzheimer, penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup aktif secara mental, sosial, dan fisik dapat membantu menunda munculnya gejala demensia.
Sebuah penelitian besar yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa orang yang aktif secara kognitif sepanjang hidup dapat mengalami gejala Demensia sekitar lima tahun lebih lambat dibandingkan mereka yang kurang aktif secara mental.
1. Melatih Otak dengan Aktivitas Mental
Aktivitas yang merangsang otak dapat membantu memperkuat koneksi antar sel saraf dan meningkatkan kemampuan otak untuk menghadapi proses penuaan.
Contoh aktivitas yang baik untuk kesehatan otak:
- membaca buku atau artikel
- menulis jurnal atau cerita
- bermain teka-teki silang atau sudoku
- bermain catur atau permainan strategi
- belajar bahasa baru
- mempelajari keterampilan baru
Aktivitas tersebut membantu membangun cognitive reserve, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi terhadap perubahan akibat penuaan atau penyakit.
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan aktivitas mental yang tinggi memiliki 38% risiko lebih rendah mengalami Alzheimer dibandingkan mereka yang kurang aktif secara mental.
2. Menjaga Hubungan Sosial yang Aktif
Kesepian dan isolasi sosial diketahui dapat meningkatkan risiko demensia.
Sebaliknya, orang yang memiliki hubungan sosial yang aktif cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik.
Contoh aktivitas sosial yang bermanfaat:
- bergabung dengan komunitas atau klub hobi
- mengikuti kegiatan edukasi atau komunitas
- berkumpul dengan teman dan keluarga
- melakukan kegiatan sukarela
- mengikuti aktivitas komunitas lansia
Interaksi sosial membantu menjaga kesehatan mental sekaligus memberikan stimulasi kognitif bagi otak.
Menurut The Lancet Commission on Dementia Prevention, isolasi sosial merupakan salah satu faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup.
3. Aktivitas Seni dan Musik
Kegiatan kreatif seperti musik dan seni juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif.
Penelitian menemukan bahwa orang yang rutin mendengarkan musik atau memainkan alat musik memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami penurunan kognitif.
Aktivitas seni melibatkan banyak fungsi otak sekaligus, termasuk:
- memori
- koordinasi motorik
- konsentrasi
- emosi
Karena itu, seni sering digunakan dalam program terapi bagi lansia dan penderita demensia.
4. Olahraga dan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Salah satu aktivitas yang sangat bermanfaat adalah menari, karena menggabungkan aktivitas fisik, koordinasi, dan interaksi sosial.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menari lebih dari sekali seminggu memiliki risiko demensia hingga 76% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang menari.
Selain menari, aktivitas fisik yang baik untuk kesehatan otak antara lain:
- berjalan kaki
- berenang
- bersepeda
- yoga
- senam ringan
WHO merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu untuk orang dewasa.
5. Menjaga Kebiasaan Belajar Sepanjang Hidup
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar sejak usia muda hingga lanjut usia dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak.
Beberapa contoh kebiasaan yang mendukung kesehatan otak:
- membaca buku secara rutin
- mengikuti kursus atau pelatihan
- mempelajari keterampilan baru
- mengunjungi museum atau kegiatan edukasi
Kebiasaan belajar membantu memperkuat jaringan saraf dan meningkatkan kemampuan otak untuk beradaptasi terhadap perubahan.
Referensi
- Zammit, A. R., et al. (2023). Neurology – American Academy of Neurology.
- World Health Organization. (2023). Dementia Fact Sheet
- Livingston, G., et al. (2020). The Lancet Commission on Dementia Prevention
- Stern, Y. (2012). Cognitive Reserve in Ageing and Alzheimer’s Disease